Tutorial : Belajar Membuat Fungsi PHP (PHP function)

Oke, ini adalah tutorial ketiga dari seri belajar membuat website meggunakan PHP bagi pemula dalam blog ini. Jika di tutorial sebelumnya kita sudah belajar bagaimana menggunakan script PHP dan mengenal variabel PHP, kali ini kita akan belajar membuat fungsi dalam PHP (PHP function). Masih fungsi sederhana sih, yang penting adalah pemahaman anda dalam menggunakan PHP sebelum belajar lebih lanjut dengan menggunakan database. Jika anda masih pemula, jangan lewatkan artikel ini. Memang contoh fungsi yang akan kita buat terlihat kurang bermanfaat, tapi sekali lagi tulisan ini untuk mengajarkan anda prinsip dasar membuat fungsi dan bagaimana penggunaannya agar nanti dapat digunakan ketika anda mulai membangun sistem website yang kompleks.

Pada dasarnya fungsi PHP berguna untuk mempermudah perkerjaan dimana sebuah fungsi yang kita buat dapat digunakan secara berulang-ulang.

Oya, fungsi yang akan kita bahas disini adalah fungsi yang kita buat sendiri sesuai dengan kebutuhan kita, tapi pada dasarnya PHP sendiri memiliki ratusan fungsi yang siap pakai atau biasa disebut built in php function seperti fungsi date()  yang sudah kita bahas sebelumnya untuk menampilkan tanggal atau beberapa contoh fungsi lain seperti htmlspecialchars(), implode(), explode(), addslashes() dan masih banyak lagi. Dalam kesempatan lain akan kita bahas kegunaan fungsi-fungsi ini satu persatu. Sekarang mari kita kembali ke cara membuat fungsi PHP sendiri.

Yang perlu anda ketahui mengenai fungsi antara lain :

  1. Script-script yang ada di dalam fungsi tidak akan dieksekusi atau dijalankan sampai anda memanggil fungsi tersebut.
  2. Setiap fungsi harus diberi nama, penamaan fungsi dapat anda lakukan sesuka hati tapi sebaiknya nama fungsi menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh fungsi tersebut, misalnya jika fungsi di buat untuk mengambil data tanggal lahir anggota, anda bisa namakan “get_birthdate” atau “ambil_tg_lahir”.
  3. Nama fungsi hanya boleh menggunakan karakter huruf dan tanda underscore (_) dan tidak boleh menggunakan spasi.

Sintaks fungsi adalah sebagai berikut :

function namaFungsi() {

}

Penjelasannya :

Sebuah fungsi harus selalu dimulai dengan kata “function” kemudian diikuti dengan nama fungsi (namaFungsi) dan tanda buka serta tutup kurung, kemudian buka kurung kurawal dan tutup kurung kurawal. Nah script yang akan dieksekusi akan di tulis di dalam kurung kurawal.

Tanda buka dan tutup kurung bisa kosong, dan bisa juga diisi parameter atau variabel boleh hanya 1 atau lebih, contohnya

function namaFungsi($parameter1,$parameter2) {

}

Oke, mari sekarang kita langsung praktek membuat fungsi tanpa parameter. Misalnya kita akan membuat fungsi untuk menulis nama.

function tulis_nama() {

echo "Nama saya Fandhie";

}

Nah fungsi diatas bernama tulis_nama() tanpa parameter.  Script di dalam fungsi memerintahkan untuk mencetak (echo) string “Nama saya Fandhie” , mari kita aplikasikan ke halaman website. Buatlah halaman php dengan nama index.php kemudian ketik kode-kode berikut :

<?php

function tulis_nama() {

echo "Nama saya Fandhie";

}

?>

<html>

<head>

<title>Belajar Fungsi</title>

</head>

<body>

<?php tulis_nama();?>

</body>

</html>

Simpan halaman php anda kemudian buka menggunakan browser. See? pada browser akan tampil tulisan Nama saya Fandhie.  Script <?php tulis_nama();?> adalah untuk memanggil fungsi tulis_nama(), dan karena fungsi ini dipanggil, maka script di dalam fungsi yaitu echo “Nama saya Fandhie”; akan dieksekusi. Mudah dipahami kan?

Coba cara berikut :

<?php

function tulis_nama() {

$nama = "Nama saya Fandhie";

return $nama;

}

?>

<html>

<head>

<title>Belajar Fungsi</title>

</head>

<body>

<?php echo tulis_nama();?>

</body>

</html>

Simpan halaman php anda kemudian refresh browser. Sama aja kan hasil tampilannya? Berikut penjelasannya :

Page 1 of 3 | Next page